Radar Surabaya

Disoroti, Shisha Digandrungi Anak Muda

SURABAYA-Gaya merokok tembakau ala Timur Tengah dengan menggunakan tabung seperti piala yang disebut shisha, menjadi perhatian Pemkot Surabaya dan DPRD Kota Surabaya. Sebab, dampak tembakau yang dipanaskan ditambah rasa buah-buahan, yang diisap beramai-ramai ini terhadap kesehatan masih menjadi pertanyaan berbagai kalangan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Widodo Suryantoro mengatakan untuk peredaran shisha sudah menjadi perhatian pemkot hingga forum pimpinan daerah.

"Kami juga melibatkan dari NU dan MUI untuk mengkaji bagaimana (halal atau haram, Red) untuk shisha. Apakah diperbolehkan atau tidak. Begitu juga dari Dinas Kesehatan saat ini juga masih dalam pengujian (dampak terhadap kesehatan, Red)," terangnya.

Untuk peredarannya, Disbudpar baru bisa mengawasi di tataran kafe. Belum bisa di tataran warung giras. Akan tetapi itu harus menunggu hasil kajian dari jajaran terkait, baru bisa melakukan penindakan.

Komisi D DPRD Kota Surabaya meminta agar pemkot mengawasi ketat untuk tempat usaha yang menawarkan produk shisha. Pasalnya tempat tersebut kini sedang marak didatangi anak muda. Padahal belum diketahui secara jelas bagaimana efeknya untuk kesehatan.

Wakil Ketua Komisi D Junaedi, menyampaikan shisha itu belum diketahui manfaatnya. Bahkan, banyak anak muda yang sedang gandrung dengan shisha. "Padahal itu alatnya satu namun dipakai bergiliran. Memang baunya halus tidak menyengat seperti asap rokok. Namun apa itu baik bagi kesehatan, kita kan belum tahu," ujar Junaedi yang juga politisi Partai Demokrat.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar