Radar Surabaya

Fokus Dana Sekolah, Pangkas Kebutuhan Lebaran

Harga berbagai kebutuhan selalu kompak naik menjelang Ramadan dan Lebaran. Sebagai ‘menteri keuangan’ di rumah, ibu pun dibuat pontang-panting. Pikiran ibu pun kian ruwet, karena di saat bersamaan, mereka harus menyiapkan dana untuk mengantarkan putra-putrinya ke jenjang sekolah lebih tinggi

Tim Wartawan Radar Surabaya

Sepekan menjelang Ramadan, sejumlah bahan kebutuhan pokok di  Surabaya dan beberapa daerah di Jatim, kompak naik. Harga telur, beras, gula, bawang putih, minyak goreng, cabai secara berjamaah naik. Bahkan, harga sayuran, seperti bayam, kangkung, kacang panjang, atau sawi yang jauh hubungannya dengan Ramadan, juga ikut-ikutan naik.  Naiknya beragam. Ada yang sedikit, tapi juga ada yang naiknya cukup drastis. Seperti harga telur yang dua pekan lalu baru di kisaran Rp 16.000 per kilogram (kg), kemarin sudah menembus angka Rp 20.000.

Kenaikan harga tersebut jelas-jelas menyalahi aturan. Sebab, pemerintah sudah menetapkan HET (Harga Ecerean Tertinggi) untuk sejumlah kebutuhan pokok.  

Berdasarkan pantauan Radar Surabaya di Pasar Wonokromo, Pasar Keputran, Pasar Karah, Pasar Osowilangan dan Wiyung, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya yang paling mencolok adalah bawang putih, telur, bawang merah, cabai rawit, bawang bombay, dan gula.

Harga bawang putih yang awalnya ditetapkan hanya Rp 38.000 per kg, naik  mencapai Rp 45.000 sampai Rp 60.000 per kg. Untuk jenis bawang putih kating bisa mencapai Rp 75 ribu per kg. Harga telur pada awal bulan Mei berkisar Rp 16.000 per kg, saat ini naik menjadi Rp 20.000 per kg. “Naiknya sudah nggak mingguan lagi. Tapi, tiap hari selalu ketemu harga baru,” kata Titik Hayati, salah satu konsumen ditemui di Pasar Karah.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar