Radar Surabaya

Empat Home Industry Garam Ilegal Digerebek

KOTA-Empat home industry yang memproduksi garam di Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, digerebek Satreskim Polresta Sidoarjo. Gara-garanya, semua home industry yang sudah beroperasi itu tidak memiliki izin edar. Polisi pun menahan empat pemilik home industry tersebut.

Mereka adalah Subagiyo, 41, Imam Januki, 39, M Khamdan, 43, dan Siti Khoirotin, 40, semuanya warga RT 06 RW 02, Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu. Mereka diduga membuat garam tanpa izin dan pembuatan garam tersebut juga dilakukan dengan peralatan tidak sesuai standar.

“Jadi hasil garam yang dibuat juga dipertanyakan. Meski tercantum ada ukuran yodium, tetapi tidak ada izinnya,” kata Kasatreskim Polresta Sidoarjo Kompol M Harris, Jumat (19/5).

Ia menjelaskan penggerebekan dilakukan Kamis (18/5). Menurut dia, dari empat warga yang kini dijadikan tersangka dan ditahan itu, ditemukan ada enam merk garam.  Masing-masing merk tersebut adalah merk ‘Gunting’ yang diproduksi oleh Subagiyo, merek ‘Garam Sidoarjo’ dan ‘Segitiga H’ yang diproduksi oleh M Khamdan, dan merk ‘Wayang’ milik Siti Khoirotin. Dua sisanya yakni merk ‘Nahkoda Kapal’ dan ‘Sarjana Muda’ milik Imam.

Dari hasil penggerebekan itu diketahui bahwa meski peralatannya hampir sama, yakni secara manual. Pembuatan garam tidak melihat standar kecukupan bahan maupun yodium yang harus menjadi takaran. Setiap kemasan ada yang dikemas kasar dan halus. “Harganyanya pun beragam, tergantung kemasannya. Yang jelas harganya lebih dari produksi garam yang memiliki izin,” terangnya.

Mengenai bahan baku pembuatan garam, dijelaskan bahwa paling banyak didapatkan dari Madura. Jika musim panen, pasokan bahan baku diambil dari Gresik.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar