Radar Surabaya

Percaloan Rekrutmen Polri 2017, Masuk Bintara Bayar Rp 525 Juta

SURABAYA  - Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jatim membongkar dugaan praktik percaloan rekrutmen atau penerimaan anggota Polri jalur bintara dan taruna 2017 di Polda Jatim. Setidaknya dua orang anggota polri berpangkat bintara dan dua orang sipil sudah diamankan dalam dugaan kasus percaloan ini.

Dua bintara itu adalah Brigadir MRJ, anggota babinkamtibmas Polsek Gondang, Tulungagung, dan Brigadir MUJ, anggota Polsek Gayungan Surabaya. Sedangkan dua warga sipil yang diamankan adalah GG dan IL, warga Bungurasih Surabaya. Komplotan ini diduga diotaki oleh Brigadir MRJ yang menjadi calo sekaligus sponsor untuk seorang calon siswa berinisial REP, warga Nganjuk.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan pelanggaran disiplin dalam penerimaan anggota Polri tahun 2017 yang disponsori oknum polisi ini. "Sudah saya cek ke kabid Propam, dan benar itu sedang ditangani oleh Propam terkait kasus OTT dugaan pelanggaran disiplin," kata Barung Mangera, Jumat (19/5).

Namun, Barung mengaku belum bisa menjelaskan lebih jauh soal soal OTT ini. Dia mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Kasus ini masih diselidiki. Kapolda menegaskan bahwa siapa pun yang terlibat akan dikenakan punishment dan bisa dipindah ke luar Jatim," tandasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Surabaya, aksi OTT ini dilakukan oleh delapan orang anggota Subbid Pengamanan Internal (Paminal) Bid Propam yang dipimpin oleh AKBP Pranatal Hutajulu. Penangkapan itu dilakukan pada 1 Maret lalu.

Awalnya ada satu orang anggota polisi yang kena OTT. Dalam pengembangannya, sejumlah orang diduga terlibat dan diperiksa. Bahkan, kasus ini diduga melibatkan beberapa perwira yang berdinas di Dokkes Polda Jatim dan dimintai keterangan.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar