Radar Surabaya

Terlilit Hutang, Bobol Dua Kantor Koperasi

KOTA - Terlilit utang, Teguh Hermawan, 31, warga Dusun Jerukwetan, Desa Krembangan, Kecamatan Taman nekat membobol dua koperasi simpan pinjam di wilayah Kecamatan Taman. Akibat ulahnya kini tersangka ditangkap oleh anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo di rumahnya, Senin (15/5) pukul 14.00. Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti antara lain satu buah laptop, lima buah, keyboard, 12 BPKB, 23 sertifikat tanah, ponsel, ponsel merek Samsung, katu ATM, dan dua KTP milik korban.

Pencurian pertama dilakukan tersangka di Koperaqsi Gerai Dana Cepat di Jalan Wonocolo, Kelurahan Wonocolo, Kecamatan Taman. Dalam aksi pertamanya tersebut, tersangka melakukannya pada 12 Mei pukul 02.00. Ketika itu tersangka memanjat bangunan dan menuju ke atap koperasi. Saat berada di atas ia membongkar genteng dan turun ke plafon dengan menjebolnya menggunakan linggis.

“Tersangka sudah menyiapkan linggis dari rumahnya untuk beraksi,” kata Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris, Rabu (17/5).

Setelah berhasil masuk, ia menuju ke meja di ruangan koperasi tersebut untuk mencari barang berharga. Di koperasi ini ia berhasil membawa lari ponsel Samsung dan Venera, dua BPKB, dua KTP, STNK dan uang sebesar Rp 3,4 juta.

“Dalam aksinya tersangka membawa senter, menggunakan topi, dan masker wajah agar tidak diketahui orang. Dua ponsel ditemukan di lemari, sementara uang dan barang lain ditemukan di kotak besi yang ada di dalam ruangan tersebut,” terangnya.                                                                      
Usai beraksi, barang hasil curian tersebut dibawanya sendiri ke atas dan kembali melarikan diri melewati atap bangunan.  Berhasil pada aksi pertama, tersangka mencoba beraksi lagi dua hari kemudian. Kali ini, tersangka menyasar ke koperasi BPR Intan Kita di Jalan Raya Ketegan, Kecamatan Taman. Modusnya sama, dengan menjebol atap hingga akhirnya berhasil masuk ke ruangan koperasi tersebut.

“Tersangka memilih sekitar pukul 02.00 untuk memulai aksinya. Ini karena dianggapnya aman dan sepi,” tegasnya. 

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar