Radar Surabaya

Risma Apresiasi Dinkes Jadi Nominasi Tenaga Medis Teladan

SURABAYA-Pemkot Surabaya kembali menggoreskan prestasi. Kali ini Dinas Kesehatan Kota Surabaya masuk dalam nominasi tenaga medis teladan tingkat Jawa Timur.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Tim Juri Tenaga Kesehatan Pemprov Jatim Muhammad Yoto. Ia menerangkan, Dinkes Surabaya memang layak dalam jajaran tenaga medis teladan di Jatim. Sebab, fasilitas dalam laboratorium dan rumah sakit di Surabaya sudah sangat memadai.

"Rumah sakit dan laboratorium di Surabaya peralatannya sudah sangat canggih. Pelayanannya juga bagus," ungkapnya ketika ditemui kediaman Wali Kota Surabaya, Rabu (10/5). Hal itu dilengkapi dengan tindakan Pemkot yang berani menutup kawasan eks lokalisasi Dolly.

Menurutnya, penutupan Dolly mampu menekan jumlah penderita HIV di Surabaya. "Menutup lokalisasi Dolly merupakan terobosan yang brilian. Kami akan meninjau bentuk pelayanan di sana pasca penutupan. Kebijakan ini turut mengurangi tingkat kenakalan pada remaja hingga dewasa, khususnya masalah kesehatan," sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, jumlah penderita HIV memang terus menurun. Pada tahun 2014 jumlah pengidap HIV di Surabaya mencapai 935 orang. Sedangkan pada 2015, jumlahnya menurun menjadi 933 orang. "Pada 2016 jumlahnya menurun lagi menjadi 923 penderita saja," lanjut wanita berkacamata ini.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengapresiasi nominasi penghargaan tersebut. Ia menilai masuknya Surabaya sebagai nominasi tak lepas dari kerja keras para staf di Dinkes Surabaya. "Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman kesehatan yang sudah bekerja maksimal hingga masuk dalam kategori penilaian tenaga medis teladan tingkat provinsi," jelasnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar