Radar Surabaya

 Dimakamkan Ditumpuk  dengan Ibunda

SURABAYA-Dunia hiburan Jawa Timur kehilangan pelawak senior. Bambang Gentolet yang pernah bergabung dengan grup Srimulat ini berpulang pada Kamis (27/4) pukul 21.00. Almarhum yang mengalami sesak napas, akhirnya meninggal dalam perjalanan dibawa ke Rumah Sakit BDH Surabaya.

Anak kedua Bambang, Winarni mengatakan, sebelum meninggal, bapaknya yang berusia 76 tahun itu mengaku merasa sakit pada dadanya. "Waktu itu langsung drop dadanya sesak, terus cepat-cepat dibawa ke rumah sakit," ujarnya saat ditemui di rumah duka di kawasan Manukan Tengah, Jumat (28/4).

Winarni menerangkan, sampainya di rumah sakit pukul 21.30 dan baru menyadari bapaknya sudah meninggal. Sebelum meninggal, pria kelahiran 30 Juni 1941 di Jogjakarta itu sempat mempromosikan dagangan temannya di salah satu mall Surabaya. "Pukul 17.00 bapak itu pulang dari konter jam tangan punya temannya di ITC," ucapnya.

Ia juga menyampaikan, jika almarhum yang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara itu tak pernah memiliki riwayat sakit berat. Karena bapaknya sudah sejak lama berhenti merokok. Sebelum kepergiannya putri almarhum ini tidak pernah mendapat firasat. "Gak pernah ada riwayat sakit, dulu bapak memang perokok terus berhenti karena batuk. Sudah lama berhentinya sejak saya masih zaman sekolah," terangnya sembari memangku anaknya.

Bambang Gentolet, dikatakan Winarni kesehariannya tidak terlalu sibuk. Di antaranya mengasuh cucunya yang berusia 6,5 tahun, Eka namanya dan melakukan rekaman di radio Suzana. "Pukul 07.30 gitu sudah berangkat," ucapnya.

Bambang Gentolet yang pernah bergabung dengan Grup Lawak Lokaria di Tegal ini, kemarin dijadwalkan untuk live di salah satu televisi. "Harusnya hari ini (kemarin, Red) ada acara live di TVRI Surabaya," ujarnya. Winarni sudah menyampaikan kabar duka ke teman dan sahabat bapaknya baik yang ada di Surabaya, Jogja maupun Jakarta. Semua mengucapkan berbelasungkawa dan akan bertakziah ke Surabaya.

Almarhum memberikan pesan yang selalu diingat oleh Winarni yakni tidak boleh memarahi cucunya. Jenazah Bambang setelah disalatkan di Masjid At-tauhid dimakamkan di TPU Babat Jerawat pada pukul 13.00. "Langsung ditumpuk dengan makam Ibu," ujar Winarni. (jar/no)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar