Radar Surabaya

Pasca Terbakarnya SDN Kapasan III dan SDN Mojo III Pemkot Larang Sekolah Dijadikan Tempat Tinggal

Dua sekolah di Surabaya terbakar dalam dua hari beruntun. Yakni, SDN Kapasan III dan SDN Mojo III. Kejadian itu membuat Pemerintah Kota Surabaya bakal membuat aturan baru. Yakni, melarang sekolah yang difungsikan sebagai tempat tinggal.

Bagus Putra Pamungkas
Wartawan Radar Surabaya

Hal itu ditegaskan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Alasannya, bila sekolah dijadikan tempat tinggal membuat kemungkinan terjadi kebakaran makin besar. "Selama ini kan memang sekolah digunakan sebagai tempat tinggal juga. Mulai sekarang tak boleh lagi sekolah digunakan sebagai tempat tinggal, kecuali bagi penjaga sekolah," ungkapnya.

Nantinya, warga yang selama ini tinggal di sekolahan bakal direlokasi. "Kami akan pindahkan warga yang bermukim di sekolah ke rusun," jelas Risma. Dengan demikian, ia berharap agar sekolah bisa steril dari permukiman warga. Sehingga kemungkinan terjadinya kebakaran bisa makin ditekan. Alasan Risma memang masuk akal. Terlebih, dua sekolah yang terbakar disebabkan adanya warga yang tinggal di kawasan sekolah. Selain itu, Risma berjanji akan segera merombak dua sekolah tersebut. Menurutnya, sebelum kebakaran terjadi bangunan di dua sekolah itu memang sudah tidak layak. Gedung sudah terlalu tua. Jadi, memang butuh renovasi.

Sebenarnya, pemkot terus melakukan renovasi sekolah. Namun, konsentrasinya lebih ke daerah pinggiran. Sementara dua sekolah yang terbakar lokasinya berada di tengah kota. "Untuk SDN Kapasan dan Mojo ini kan lokasinya memang agak di tengah kota. Jadi, belum sempat kami renovasi," ujarnya kepada Radar Surabaya, Selasa (18/4).

Rencananya, Risma akan mengubah total bangunan sekolah. Saat ini, bangunan masih ada yang menggunakan papan kayu. Nantinya, akan diganti dengan tembok.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar