Radar Surabaya

Pemkot Diminta Isi Pejabat BUMD yang Kosong

SURABAYA - DPRD Kota Surabaya tidak ingin pucuk pimpinan manajemen sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) terjadi kekosongan berkepanjangan. Karena itu, dewan mendorong agar pemerintah kota (pemkot) Surabaya segera mengisi jabatan penting di jajaran direksi perusahaan daerah yang selama ini masih dipegang oleh pejabat pelaksana tugas (Plt).

Ketua DPRD Surabaya Armuji mengatakan bahwa proses pengisian jabatan di BUMD menjadi kewenangan dari pemerintah kota. Dalam proses rekrutmen jajaran direksi perusahaan pelat merah itu, pemkot melibatkan kalangan profesional. Namun demikian, sebut dia, Komisi B DPRD Surabaya telah memberikan masukan soal pengisian jabatan direksi beberapa BUMD yang lowong tersebut.

"Untuk menghindari stagnasi dalam manajemen, kita minta pemerintah kota segera melakukan pemilihan para direksi dan segera menetapkan mereka yang terpilih," kata Armuji, Selasa (18/4).

Saat ini, pejabat beberapa BUMD di lingkungan pemkot Surabaya masih kosong. Antara lain posisi direktur utama (dirut) dan direktur operasional (dirops) di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada yang kosong selama tiga tahun terakhir dan masing-masing belum ada pejabat definitifnya.

Meski sudah dua kali digelar rekrutmen untuk jabatan dirut dan dirops, namun sampai sekarang belum ada hasilnya. Saat ini, jabatan dirut PDAM Surya masih dirangkap oleh Direktur Pelayanan Sunarno sebagai pejabat pelaksana tugas (Plt). Pun jabatan dirops dijabat oleh Tatur Jauhari sebagai Plt.

Kondisi ini semakin sulit karena sejak 5 April 2017 lalu, direktur pelayanan (diryan) dan direktur keuangan (dirkeu) juga habis masa jabatannya. Sehingga, Wali Kota Tri Rismaharini harus memperpanjang masa jabatan dua direktur tersebut selama enam bulan mulai 5 April 2017.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar