Radar Surabaya

Terindikasi Korupsi, Kejari Bidik Tersangka Kasus Lepasnya Jalan Upa Jiwa dan Waduk Wiyung

SURABAYA – Penyelidikan kasus lepasnya belasan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menemukan titik terang. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi menyatakan ada indikasi tindak pidana korupsi dalam lepasnya beberapa aset tersebut.

Didik Farkhan menyatakan bahwa indikasi tersebut dia temukan selama melakukan penyelidikan terhadap data dan keterangan yang telah diberikan oleh beberapa pejabat pemkot yang dimintai keterangan. Ia menyebutkan bahwa ada indikasi ketidakberesan dalam kasus lepasnya aset-aset pemkot tersebut. “Ada tindakan melawan hukum saat aset pemkot itu mulai lepas,” ujarnya ketika ditemui di sela kegiatan tanam cabai bersama Wali Kota Tri Rismaharini di Jalan Irian Barat, Senin (17/4) sore.

Kendati demikian, dirinya tak bersedia menyebutkan tindakan melawan hukum seperti apa yang mengindikasikan adanya korupsi tersebut. Yang pasti, lanjut jaksa asal Bojonegoro ini, kejari terus memintai keterangan beberapa pejabat maupun mantan pejabat di lingkungan pemkot Surabaya untuk menemukan titik terang. Beberapa pejabat yang bakal dimintai keterangan itu antara lain para lurah hingga warga sekitar. “Kami terus lakukan pemanggilan terhadap lurah maupun dinas terkait. Ini setiap hari kami lakukan untuk menemukan bukti yang kuat,” bebernya. “Kita juga masih cari alat bukti lain yang kuat,” imbuhnya.

Didik menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah mengerucutkan beberapa nama yang saat ini dicurigai dan dibidik sebagai tersangka dalam kasus lepasnya aset pemkot ke pihak swasta tersebut. Namun, Didik belum berani menyebutkan. “Intinya, kami masih akan mintai banyak keterangan dari beberapa orang lagi untuk menuju ke arah sana (menetapkan tersangka, Red),” tegasnya.

Nantinya, penyelidikan itu akan mengusut bagaimana awal mula aset bisa lepas. Saat ini, aku dia, Kejari Surabaya memang baru melakukan penyelidikan terhadap dua aset pemkot yang sudah lepas. Yakni, aset di kawasan Upa Jiwa yang dikuasai Marvell City dan Waduk Wiyung di kawasan Babatan yang dikuasai pihak lain.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemkot Surabaya Ira Tursilowati memastikan bahwa pemerintah serius dalam upaya menyelamatkan aset-aset yang terancam lepas. Total, ada sebelas aset yang dimintakan bantuan kepada kejari Surabaya untuk mengusut pelepasannya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar