Radar Surabaya

12 Tambangan Di-Police Line

KOTA-Setelah kejadian perahu tambang terbalik dan menewaskan 5 orang pada Kamis (13/4), disusul satu perahu lagi terseret arus pada Sabtu (15/4) lalu, polisi bertindak cepat. Dari 56 titik tempat tambangan di Kecamatan Balongbendo, Krian, dan Taman (bukan 62 seperti yang disebutkan kemarin), 12 di antaranya telah dipolice line.

12 titik tambangan ini yakni 10 titik di Balongbendo dan 2 di Krian. Data Radar Sidoarjo menyebutkan, 10 titik di Balongbendo itu merupakan jumlah keseluruhan tambangan di kecamatan itu atau ditutup semua. Sedangkan di Krian sebetulnya ada tujuh, namun yang ditutup hanya dua (di Desa Tempel dan Desa Sidomulyo). Sedangkan tambangan paling banyak yakni di Taman, yakni 39 titik, tetapi tidak ada yang ditutup dengan alasan perahu tambang yang digunakan dinilai sudah layak.

kata Kabag Ops Polresta Sidoarjo Kompol Edi Santoso mengatakan pihaknya tidak menginginkan kasus perahu terseret arus kembali terjadi. Untuk 10 titik tambangan di Balongbendo yang ditutup semua, menurut dia, setelah ada perahu yang terseret arus Sabtu (15/4) lalu.

“Kami tidak mau ambil risiko sehingga 10 titik tersebut langsung ditutup sore itu juga. Penutupan dilakukan dengan menggunakan police line di masing-masing dermaga,” katanya, kemarin (16/4).

Ia mengungkapkan belum memastikan sampai kapan penutupan tersebut dilakukan. Ini disebabkan masih harus menunggu tim yang berhak melakukan penilaian apakah perahu yang digunakan untuk mengangkut penumpang tersebut layak atau tidak.

“Yang bisa menyatakan layak atau tidak bukan dari kami. Kami hanya mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal yang sama, jadi kami tutup sementara,” terangnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar