Radar Surabaya

Gangguan Server di Smatag, Pengerjaan Soal Mundur

SURABAYA - Penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMA/MA pada hari pertama diwarnai gangguan kecil di SMAN 10 Surabaya dan SMA 17 Agustus (Smatag) Surabaya. Namun, kendala itu berhasil diatasi karena Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim menyediakan help desk dan proktor keliling sekolah (blusukan) untuk mengatasi server yang bermasalah.

Kendala di SMAN 10 hanya dialami oleh seorang siswa komputernya macet dan kursornya tak bisa digerakkan. Hal itu terjadi setelah siswa tersebut memasukan token. Setelah ditangani oleh proktor dengan mengganti klien, akhirnya siswa tersebut bisa mengerjakan soal UNBK.

Sedangkan, di SMA 17 Agustus Surabaya ada kendala akibat salah komunikasi saat pemasangan air conditioner (AC) untuk ruang server, listriknya dimatikan. Akibatnya, sekitar 70 siswa harus mengikuti UNBK pelajaran bahasa Indonesia yang seharus mulai pukul 07.30, mundur hampir satu jam. Lantaran menunggu teknisi untuk mengintall ulang dan mengkonekkan server dengan komputer."Karena komputer tidak tersambung pada server, saya harus nunggu selama satu jam," ujar siswi kelas XII IPA Smatag. 

Kepala Cabang Dispendik Kota Surabaya Sukaryanto mengatakan, pihaknya menyediakan help desk untuk menjemput permasalahan di sekolah."Sehingga lebih proaktif. Mungkin kemarin (UNBK jenjang SMK, Red) kurang aktif, jadi komunikasi kurang bagus. Untuk di SMA ini justru help desk ini datang menjemput," ujar Sukaryanto, Senin (10/4).

Help desk ini, lanjut Sukaryanto, dibagi menjadi lima wilayah. Yaitu, Surabaya Barat, Surabaya Timur, Surabaya Utara, Surabaya Selatan, dan Surabaya Pusat. Di masing-masing wilayah terdapat poskonya. Hal ini untuk memudahkan memberikan bantuan ketika terjadi gangguan server di sekolah.

Kepala Dispendik Jatim Saiful Rahman menambahkan, antisipasi UNBK di SMA ini telah dilakukan dengan baik. Salah satunya dengan menambah proktor di posko UNBK. "Jadi proktornya kami tambah untuk blusukan. Jika kemarin ngepos saja di posko kota/provinsi, kini masing-masing kota ada program proktor blusukan. Di sekolah juga tetap ada," kata Saiful Rahman.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar