Radar Surabaya

Jumlah Penumpang Perintis Terangkut Hanya 61 Persen

JAKARTA - Perusahaan penerbangan perintis belum memanfaatkan secara penuh dana yang disediakan oleh pemerintah. Hal ini menjadi catatan pemerintah dalam pelaksanaan angkutan usaha perintis tahun anggaran 2016.

DIPA yang disediakan pemerintah untuk penerbangan perintis tahun 2016 sebanyak Rp 510,149 miliar. Dari jumlah tersebut nilai kontrak yang ditandatangani sebesar Rp 494,988 miliar. Adapun realisasi terserap sebesar Rp 447,736 atau 92,8 persen.

Sementara itu jumlah penumpang perintis tahun 2016 dari target 424.184 orang, realisasi penumpang terangkut hanya 262.109 orang atau 61 persen. Artinya, pemerintah membiayai penerbangan yang penunpangnya sedikit atau di bawah rata-rata okupansi.

Tidak terserapnya anggaran disebabkan antara lain demand penumpang yang sangat rendah dan keterbatasan finansial dan teknis oleh operator pelaksana. Kendala lainnya adalah terbatasnya operator peserta lelang angkutan perintis tahun anggaran 2016 yang memiliki armada dengan kapasitas di bawah 30 tempat duduk.

“Tidak terserapnya dana subsidi angkutan udara perintis juga disebabkan antara lain ketidaksiapan bandar udara yang dilayani. Ini menjadi catatan penerintah untuk angkutan perintis tahun anggaran 2016,” kata Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub,  Maryati Karma pada pembukaan Rapat Koordinasi I Angkutan Udara Perintis Tahun Anggaran 2017 di Surabaya, Selasa (21/3).

Angkutan udara perintis mempunyai peranan yang penting, yakni berperan sebagai aksesibilitas daerah terpencil dan pedalaman yang tidak atau belum terhubung oleh transportasi lain, juga berperan dalam membentuk konektivitas jaringan rute penerbangan yang menghubungkan rute utama ataupun rute pengumpan dalam penyelenggaraan angkutan udara nasional.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar