Radar Surabaya

Ditinggal BPLS, Pulau Lumpur Tidak Terurus

JABON-Setelah diserahkan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), kondisi Pulau Lumpur alias Pulau Sarinah di Dusun Tlocor, Kecamatan Jabon, kian memprihatinkan. Angka kunjungan wisatawan ke pulau buatan hasil reklamasi lumpur Sidoarjo itu pun menurun drastis.

"Objek yang bisa dinikmati kurang menarik. Yang ada cuma hutan bakau saja. Itu pun tidak terawat. Beda dengan kompleks wisata mangrove di Wonorejo, Surabaya," kata Hidayat, warga Gedangan, yang akhir pekan lalu mengunjungi Pulau Lumpur.

Tak hanya masyarakat umum. Pihak BPLS sendiri pun prihatin melihat kondisi Pulau Lumpur yang kini dikelola Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu. Pasalnya, gazebo dan beberapa fasilitas yang dulu dibangun dan digunakan petugas BPLS kini mangkrak. "Ada perasaan prihatin mengingat gazebo Pulau Lumpur itu telah merekam banyak kegiatan BPLS dan para pengunjung dari dalam dan luar negeri. Yah, gazebo BPLS itu menjadi museum alam," tulis mantan Wakil Kepala BPLS Prof Hardi Prasetyo.

 

Sebelum menyerahkan Pulau Lumpur ke KKP, menurut Hardi, pihak BPLS sudah memasang tiang baja kembar sebagai patok ujung paling timur di muara Kali Porong, perairan Selat Madura. Ke depan, jika pulau seluas 94 hektare itu dikembangkan sebagai destinasi wisata, maka para pengunjung diberi kesempatan untuk memegang patok batas itu. "Sebagai memori bahwa mereka telah sampai di ujung luar pulau kecil itu," katanya.

 

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar