Radar Surabaya

Pedagang Minta Penertiban Pasar Wonokromo Ditunda

SURABAYA –Pihak pedagang di pasar Wonokromo lama meminta penertiban persil untuk Frontage Road (FR) sisi barat ditunda. Pasalnya, para pedagang sedang melakukan renovasi tempat relokasi. Sebab, tempat relokasi yang disediakan dinilai kurang memadai.

Koordinator pedagang pasar Wonokromo, Juniwati Sugiharto mengatakan, pihaknya saat ini mulai melakukan renovasi bangunan relokasi. Ia berharap agar pihak pemerintah Kota Surabaya bisa menunda proses penertiban. Setidaknya dalam waktu satu bulan.

“Soalnya kan kami masih lakukan renovasi stand pengganti. Jadi, kalau renovasi sudah tuntas, penertiban bisa dilakukan kembali. Kami bukan menolak pembangunan frontage road. Kami hanya minta waktu,” ujarnya kepada radar Surabaya, Sabtu (18/3).

Juniwati pun mengaku siap menghadap ke DPRD Kota Surabaya jika Pemkot mengindahkan keinginan pedagang. “Kan kami sudah setuju di relokasi. Padahal tempat relokasinya kurang pas. Kami hanya ingin waktu untuk membenahi tempat relokasi itu. Kami juga siap ke DPRD jika tanggapan kami diabaikan,” jelasnya.

Seperti diketahui, Pemkot Surabaya telah melakukan pembongkaran terhadap 18 persil. Sementara total persil yang bakal dibongkar sebanyak 29 persil. Itu artinya, masih ada 11 persil di pasar Wonokromo yang belum dibongkar.

Sementara itu, CamatWonokromo, Tomi Ardiyanto menuturkan, pihaknya bakal melakukan evaluasi terkait pembongkaran persil selanjutnya. Pihaknya juga belum bisa memastikan kapan proses penertiban tahap kedua bakal dilakukan. "Yang jelas, kita masih ada sedikit evaluasi dulu. Kami tak akan gegabah melakukan pembongkaran,” katanya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar