Radar Surabaya

Rp 11 M untuk Kembangkan UMKM

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal fokus untuk mengembangkan usaha mikro kecil. Pasalnya, potensi usaha mikro kecil sangat bagus dan terus mengalami pertumbuhan. Karena itu, tahun ini Pemkot Surabaya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 11 miliar untuk pengembangan usaha mikro kecil tersebut.

Kepala Dinas Koperasi (Dinkop) dan Usaha Mikro Kecil (UMK) Surabaya, Eko Haryanto mengatakan, dana tersebut bakal difokuskan untuk pengembangan. Seperti proses pembinaan usaha para pelaku usaha mikro. Sebab, selama ini proses manajemen usaha mikro di Kota Pahlawan masih dijalankan secara tradisional. "Selain itu, dana ini (Rp 11 miliar, Red) juga untuk membantu mengurus izin usaha dan sertifikasi produk," ujarnya kepada Radar Surabaya.

Eko menuturkan, pembinaan bakal dilakukan secara merata terhadap seluruh pelaku usaha mikro di Surabaya. Termasuk pembinaan terhadap pelaku usaha mikro yang selama ini berjualan di sentra-sentra pedagang kaki lima dan beberapa pasar tradisional. "Semuanya akan tersentuh untuk pengembangan ini. Termasuk PKL dan pedagang di pasar tradisional," tegasnya.

Sementara itu, lanjutnya, jumlah pelaku UMKM di Surabaya terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Dari data Dinkop dan Usaha Mikro Kecil, hingga saat ini jumlah pelaku UMKM di Surabaya tercatat  lebih dari 4.800 usaha. "Jumlah ini bahkan bisa terus meningkat setiap tahunnya. Termasuk untuk tahun ini," jelas Eko.

Dari jumlah tersebut, Eko mengaku para pelaku UMKM itu bukan hanya dibina oleh Dinkop dan UMK saja. Namun, juga berada di bawah naungan dan binaan dari dinas lain. "Seluruh UMKM yang ada itu bukan hanya binaan Dinkop, tapi juga dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Sosial. Ada juga binaan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Surabaya," lanjutnya.

Nantinya, kata Eko, UMKM yang bakal memperoleh binaan berasal dari berbagai sektor. Seperti industri makanan dan minuman (mamin) dan non mamin. Ada juga sektor kerajinan, seni, dan budaya serta sebagian adalah usaha mikro di sektor perdagangan.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar