Radar Surabaya

Sistem Perizinan Satu Atap di Samsat

Berkontribusi terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim sebesar 54,98 persen, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim terus membuat inovasi untuk UMKM. Rencananya, tahun ini pemprov meletakkan seluruh perizinan dalam satu atap di Dinas Pendapatan.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, memang harus ada standardisasi serta perizinan produk UMKM di satu tempat untuk memudahkan. Pemprov membidik Dinas Pendapatan sebagai tempat yang dilirik mengenai hal itu. “Mau kami titipkan di Dinas Pendapatan tentang sosialisasi dan perizinan di Samsat Corner. Jadi, nanti akan ada di mall,” ujar gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut, Jumat (17/3). 

Selanjutnya untuk melayani UMKM, pemprov akan menempatkan satu meja di seluruh Samsat milik kabupaten maupun kota. Keberadaan meja tersebut guna melayani perizinan serta konsultasi masalah yang sering dialami pelaku UMKM. “Modelnya itu jadi satu atap. Daripada membangun sendiri, kan seperti itu bagus. Prof. Bambang Prasetya (Kepala Badan Standarisasi Nasional, Red) juga telah setuju mengenai hal tersebut,” jelasnya.

Inovasi tersebut muncul ketika banyaknya pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan UMKM yang mengeluhkan tentang tempat konsultasi produk. Terutama untuk mengatasi masalah kemasan atau packaging. Dimana menjadi masalah utama UMKM di Jatim menembus pasar internasional. Sebab, menurut Pakde Karwo, seringkali masalah kemasan produk membuat produk asal Jatim kurang diminati di pasar internasional. 

Oleh karenanya, selain berencana mendirikan tempat konsultasi di Samsat, pemprov juga menggandeng Bank Mandiri yang punya cabang di berbagai kabupaten dan kota di Jatim. Bentuk kerjasama adalah akan ada inkubator yang mengkaji masalah UMKM, termasuk mengenai kemasan. “Ini belum jalan, masih merumuskan bentuknya yang tepat dengan pihak ketiga,” jelas mantan kepala Dispenda itu.

Gubernur kelahiran Madiun ini lantas menerangkan, pihak ketiga yang dimaksud yakni universitas atau kampus. Seperti di Institut Sepuluh November (ITS) yang sudah punya pengembangan industri kreatif. “Business Development Center (BDC) tetap dipakai, tetapi  kan tidak cukup,” ungkapnya. 

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar