Radar Surabaya

Korban Malapraktik SEC Luruk IDI Surabaya

SURABAYA-Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Surabaya Peduli Pasien meluruk kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya di Jalan dr. Moestopo, Surabaya, Kamis siang (16/3). Mereka menyoal laporan dugaan malapraktik yang dilakukan oleh dr Moestidjab yang juga dirut Surabaya Eye Clinic (SEC) yang kunjung direspons oleh IDI.

Massa yang sebagian juga memiliki hubungan keluarga dengan korban ini melakukan aksi teatrikal dengan menggunakan tutup mata sambil membawa sejumlah spanduk. Di antaranya bertulisan tuntutan menghentikan anggota medis yang diduga melakukan kelalaian dan kebohongan terhadap pasien.

Eduard Rudy Suharto anak kandung dari Tatok Poerwanto yang diduga menjadi korban malapraktik dr.  Moestidjab, menyatakan kekecewan terhadap IDI Surabaya yang tidak mampu membela pasien yang menjadi malpraktik.

“Terus kami mengadu ke siapa, sedang IDI yang seharusnya menjadi penengah dan mampu membela masyarakat yang menjadi korban malapraktik dokter nakal. Dan sekarang tidak ada satupun dari pengurus IDI  yang ada di kantor,” ujar Eduard Rudy di sela-sela aksi di depan kantor IDI.

Eduard menjelaskan, pihaknya akan kembali melakukan aksi dengan massa yang lebih besar jika memang dalam waktu sepekan ke depan juga belum ada tanggapan dari IDI terkait tuntutannya tersebut.

"Korbannya ini bukan satu-dua, masih banyak korban malapraktik yang lain yang juga akan ikut melapor dan ikut aksi ke IDI. Ke manapun akan kami kejar,” tegasnya.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar