Radar Surabaya

Dimas Kanjeng Jadi Saksi, Marwah Daud Lolos

SURABAYA-Sidang kasus penipuan dan penggandaan uang di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi digelar di pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (15/3). Sidang dihadiri oleh tersangka utama yakni Dimas Kanjeng, yang menjadi saksi atas terdakwa Karmawi, perekrut sembilan mahaguru palsu.  

Kedatangan Dimas Kanjeng di ruang Tirta Pengadilan Negeri Surabaya dengan kawalan polisi sekitar jam 11.00. Dia didatangkan untuk menjadi saksi terdakwa Karmawi. Dalam kasus ini, Karmawi berperan merekrut sembilan mahaguru abal-abal, atas permintaan SP Ramanathan alias Vijay (berkas terpisah), orang kepercayaan Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng.

Saat itu terdakwa Karmawi bertemu pertama kali dengan Vijay di Hotel Grand Tropik Jakarta pada awal 2014 lalu. Pada pertemuan itu, Vijay menyampaikan dekat dengan pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Dalam waktu dekat, pemilik padepokan, Kanjeng Dimas akan datang ke Jakarta. Oleh karena itu, Karmawi diminta mencari orang tua berjenggot untuk dihadirkan di setiap kegiatan padepokan.

"Setelah selesai (kegiatan para orang tua yang direkrut, Red) akan diberi sejumlah uang," terang Vijay kepada Karmawi, seperti tertulis dalam dakwaan jaksa. Dengan permintaan Vijay, terdakwa Karmawi sepakat dengan kerja sama tersebut. Kemudian secara bertahap, Karmawi berhasil merekrut sembilan orang tua berjenggot yang kemudian disuruh berakting sebagai mahagurunya Dimas Kanjeng. Yang kemudian dipanggil sebagai 'Abah'.

Setelah direkrut, sembilan mahaguru abal-abal itu diajak mengikuti beberapa kali kegiatan Kanjeng Dimas bersama pengikutnya dari tahun 2014 sampai 2016. Biasanya kegiatan dilaksanakan di hotel, baik di Kabupaten Probolinggo, Jakarta, termasuk di Makassar. 

Selain itu, terdapat pula dua mahaguru abal-abal, Ratim alias Abah Abdul Rahman dan Suganda alias Abah Balkan yang diajak berziarah ke makam tokoh kharismatik di Madura pada 2015. Mereka dipertemukan dengan Dimas Kanjeng. Terdakwa Karmawi dan Vijay juga hadir. "Kemudian terdakwa (Karmawi, Red) diberi uang Rp 2 juta," bunyi dakwaan itu kembali.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar