Radar Surabaya

Guru Mengaji Otaki Curanmor di 6 TKP

Surabaya - Ketika siang hari, Sulton Prawira, 24, adalah seorang guru mengaji di tempat tinggalnya di kawasan Bubutan, Surabaya. Namun di malam hari, warga Jalan Gemblongan II/19 ini memiliki pekerjaan sampingan yakni sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Ironisnya tidak hanya sekali. Bersama temannya yakni Sali, 32, guru mengaji anak-anak itu menjadi otak dari aksi curanmor di enam tempat kejadian perkara (TKP) di Surabaya. Akibatnya, Sulton bersama Sali yang warga Jalan Kampung Seng Gang Buntu Nomor 58 harus mendekam di tahanan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Surabaya, aksi curanmor yang diotaki Sulton tersebut sudah menjadi target operasi polisi sejak beberapa bulan yang lalu. Sebab, mereka diketahui beraksi setidaknya sejak Maret hingga Agustus 2016 lalu.

Dalam menjalankan aksinya, keduanya selalu berboncengan sepeda motor. Mereka berkeliling mencari mangsa sekitar pukul 23.00 hingga 03.00 dinihari. Sasarannya adalah motor yang diparkir pemiliknya di teras rumah.

Setelah menemukan target, mereka lantas membagi tugas. Sulton merusak kunci pintu pagar dengan menggunakan kunci T. Setelah berhasil, giliran Sali yang beraksi dengan masuk ke teras rumah dan langsung merusak kunci kontak motor korban. Sementara Sulton ganti mengawasi situasi.

Setelah berhasil, Sali lantas menuntun motor tersebut keluar dari rumah. Setelah cukup jauh, baru mesin motor dinyalakan dan dibawa kabur. Hal ini dilakukan agar korban tidak terbangun. Setelah dipastikan aman, mereka lantas menjual motor curian itu ke Madura.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar