Radar Surabaya

Tak Jadi untuk SMA/SMK Baru, Malah Mangkrak

Surabaya – Sejumlah bangunan sekolah baru di Surabaya kondisi cukup memprihatinkan. Bukannya jadi pusat kegiatan belajar mengajar bagi para siswa khususnya di kawasan pinggiran kota Surabaya, gedung baru yang dibangun dengan dana APBD itu justru mangkrak dan akhirnya rusak dengan sendirinya lantaran tak terawat. Bahkan, beberapa bagian gedung yang tampak megah namun kosong itu disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk sekadar menginap dan mengonsumsi minuman keras (miras).

Menurut informasi yang dihimpun Radar Surabaya, sejumlah bangunan sekolah baru yang telah selesai didirikan tapi mangkrak itu berada di kawasan pinggiran Surabaya. Seperti di kawasan Wisma Tengger, Lontar, Benowo, dan Kali Kedinding Lor.

Semula, gedung sekolah baru itu dibangun untuk SMA dan SMK baru. Namun karena ada perubahan pengelolaan SMA dan SMK yang diserahkan ke pemerintah provinsi (pemprov) sesuai Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, maka bangunan itu tak jadi diresmikan dan dibiarkan telantar. Akibatnya, kondisi terakhir bangunan justru mangkrak dan banyak yang mengalami kerusakan. Kondisi ini menjadi perhatian dari anggota DPRD Surabaya. Komisi C dan D yang masing-masing membidangi pembangunan dan pendidikan sengaja turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

Hasilnya, kondisinya cukup bikin geleng-geleng kepala. “Kondisinya cukup memprihatinkan. Kami akan menindaklanjuti proyek dengan anggaran miliaran rupiah dari APBD Surabaya itu,” janji anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vinsensius, Senin (13/3).

Ia mencontohkan gedung sekolah baru di kawasan Kali Kedinding Lor yang dibangun pada 2015 dan baru rampung pada 2016 lalu. Sepintas, kondisi bangunan dari depan masih terlihat baru. Namun, terlihat sepi dan kotor. Bahkan saat dirinya memeriksa jauh lebih dalam, kondisinya jauh lebih parah. Kerusakan ditemukan di mana-mana. Mulai dari jendela ruang kelas yang lepas engselnya, plafon yang rusak dan keropos, ditambah tembok bercat putih yang sudah penuh dengan coretan-coretan dari pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Anggota dewan juga sempat memergoki sekumpulan anak muda dari komunitas punk yang langsung kabur begitu melihat kedatangan orang lain. Ternyata, anak-anak muda itu menjadikan ruangan-ruangan di gedung sekolah baru itu sebagai tempat tinggal. Hal itu diperkuat dengan adanya beberapa kardus bekas sebagai alas tidur. Gedung mangkrak yang ternyata tidak ada penjaganya dan hanya dititipkan perawatannya ke pihak kelurahan ini ditengarai kerap disalahgunakan sebagai tempat untuk mengonsumsi miras, berjudi, bahkan berbuat mesum.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar