Radar Surabaya

Mahasiswa Untag Temukan Alat Pendeteksi dan Pemanggil Ikan

SURABAYA - Nenek moyangku seorang pelaut. Sepenggal syair itu tak hanya berupa nyanyian bagi seorang mahasiswa Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Afis Sabi Masrury. Lagu itu menjadi cerita kehidupannya sekaligus sebagai inspirasi manis bagi penemuan yang dijalaninya, yaitu Sabi Fishfinder alat pendeteksi pemanggil ikan.

Afis sapaan akrabnya, merasa prihatin dengan kondisi nelayan yang diamatinya kala berkunjung di kampung halamannya di Pasir Putih Situbondo. Kala menjalani hobi memancingnya di bawah lamunan dan renungannya, timbulah dorongan hati untuk menemukan perubahan. Ditambah ingatan akan leluhurnya seorang pelaut sekaligus nelayan yang berjuang hingga anak cucunya bisa bersekolah tinggi hingga sekarang.

"Awalnya saya lihat nelayan kenapa setiap hari seperti itu saja. Tangkapan ikan juga naik turun bahkan cenderung rendah. Saya pun penasaran ingin memberikan bantuan," ujar alumnus SMKN 5 Surabaya itu.

Pemikirannya, nelayan tradisional bisa saja tergerus oleh kemajuan zaman bila hanya mengandalkan kail dan jala. Belum lagi ada gempuran nelayan gelap asing dengan perlengkapan modern dengan tangkapan ikan yang berkali-kali lipat lebih banyak.

Beruntung, Afis memiliki jaringan teman yang juga seorang mahasiswa di teknik perikanan. Dari situ dia mempelajari seluk beluk dan kehidupan ikan, terutama jenis ikan air tawar.

Dia menemukan poin penting, bahwa ikan akan berkumpul bersama komunitas ataupun kawin dengan sinyal gelombang suara tertentu. Idenya pun keluar untuk menciptakan pemancar frekuensi yang disesuaikan guna memanggil ikan.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar