Radar Surabaya

Operasi Jantung Rahmi Tunggu Diagnosis Ulang
BERITA TERKAIT

SURABAYA - Senyuman Rahma atau Nur Rahma Fairuz Maknuniyyah mengembang kala terbidik lensa kamera seorang wartawan di ruang rawat inap Nakula-Sadewa RSUD dr Soetomo, Selasa (7/3). 

Sekilas bayi mungil yang akan genap berusia setahun pada 29 Maret mendatang itu terlihat sehat dan normal, seperti pada umumnya. Perangainya aktif dan menggemaskan. Namun kenyataannya, kondisi kelainan jantung bawaan yang diderita Rahma membuat dirinya tak bisa bertumbuh kembang dengan sempurna.

Kondisi itulah membuat Rahma harus berpisah sementara dari adik kembarnya Nur Rahmi Fahira Nahlannisa (Rahmi) yang berada di Batam, Kepulauan Riau.  Kini Rahma harus mendapat perawatan khusus untuk menangani jantungnya. 

Si bayi kembar asal Batam yang dikenal sebagai Rahma-Rahmi ini kondisinya stabil dan membaik setelah berhasil dipisahkan pada 14 Agustus 2016 lalu oleh Tim Bayi Kembar Siam Kepri (Kepulauan Riau) yang dipandu beberapa tim dokter bedah anak RSUD dr Soetomo.

Namun demikian, Ketua tim kembar siam Kepri dr Indrayanti, SpA mengungkapkan, dari pantauan dokter semenjak pasca operasi pertumbuhan yang dialami Rahma tidak secepat saudara kembarnya. Hal itu ditengarai hanya ada satu bilik jantung dan tak berkembang dengan baik.

Akibatnya, proses metabolisme tidak sempurna. Pemenuhan nutrisi bagi Rahma tidak berjalan dengan normal. Terbukti pula dengan berat badan Rahma. "Usianya 11 bulan tapi beratnya hanya 6 kilogram. Beratnya jauh dari adiknya, Rahmi lebih dari 8 kilogram. Lama-lama bila dibiarkan bisa payah jantung," ujar dokter berhijab itu.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar