Radar Surabaya

Pembatasan Jam Operasional Toko Swalayan Ditunda

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memutuskan untuk menunda penerapan pembatasan jam operasional toko swalayan seperti department store, hypermarket, supermarket, dan minimarket. Pasalnya, aturan tersebut dinilai memberatkan. Padahal, pembatasan jam operasional itu seharusnya efektif dilakukan sejak Rabu (1/3).

Koordinator Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Wilayah Timur, Abraham Ibnu mengatakan, penundaan itu dilakukan setelah Aprindo melakukan pertemuan dengan pihak Dinas Perdagangan Kota Surabaya awal pekan ini.

Dalam pertemuan itu, pihak Aprindo meminta agar Pemkot Surabaya mengkaji ulang beberapa poin dalam aturan tersebut.

"Seperti pembatasan jam operasional toko swalayan yang harus tutup pukul 21.00. Ini yang jadi salah satu poin yang kami sayangkan. Kami harap ada pelonggaran," ujarnya kepada Radar Surabaya, Rabu (1/3).

Selain itu, ancaman pembatasan jam operasional itu juga bakal mengancam eksistensi pelaku UMKM lokal. Pasalnya, beberapa produk yang dijual di toko swalayan merupakan produk asli UMKM lokal."Poin-poin ini yang kami harap ada peninjuan kembali dari Pemkot Surabaya," bebernya.

Setelah pertemuan tersebut, Ibnu mengaku pihak Pemkot Surabaya sedikit memberi kelonggaran. Bahkan, Pemkot memutuskan untuk menunda penerapan perda tersebut. "Saat ini, aturan ini juga sudah kami laporkan ke Menteri Perekonomian, Pak Darwin Nasution untuk dikaji ulang," ungkapnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar