Radar Surabaya

Bantuan Mitra Warga dari Keluarga Mampu Dicabut

SURABAYA – Setelah menerima pelimpahan pengelolaan SMA/SMK, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim berupaya melakukan pemerataan biaya pendidikan. Karena itu, Dispendik memastikan siswa dari jalur mitra warga yang bukan berasal dari keluarga miskin akan dikenakan Sumbangan Pembiayaan Pendidikan (SPP) seperti siswa pada umumnya. Kepala Dispendik Jatim Saiful Rachman mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima data siswa miskin dari pemkot Surabaya. Dari daftar tersebut, diketahui ada sekitar 11.000 siswa miskin di Surabaya pada jenjang SMA/SMK.

Melihat banyaknya daftar siswa miskin tersebut, pihaknya akan menurunkan tim khusus dari sekolah termasuk juga guru Bimbingan dan Konseling (BK). “Tim kami akan cek kebenarannya apakah benar dari 11.000 itu miskin semua. Atau, miskinnya sebatas mana? Karena kita menggunakan pola SPP dua tahap, yakni keringanan atau miskin,” ujarnya, Selasa (28/2). Jika dari hasil pengecekan diketahui bahwa siswa bersangkutan tidak tergolong miskin alias dari keluarga mampu, maka bantuan biaya pendidikannya akan dicabut atau dikenakan SPP seperti siswa lain.

Demikian juga dengan jalur mitra warga yang sebelumnya ditempuh oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Jika dari siswa yang melalui jalur mitra warga ini diketahui ada dari kalangan keluarga mampu, maka dia tidak layak untuk mendapatkan keringanan biaya pendidikan (SPP).

“Setelah dicek di lapangan, di Surabaya ini bukan miskin tapi mitra warga yang dapat dana.Yang pasti, (bantuan) ini hanya untuk siswa miskin. Kita cek lagi harus ada asas keadilan. Kalau benar-benar miskin, itu akan kita garap benar. Nanti, tidak ada mitra warga dan yang miskin, pokoknya ketegori miskin,” tegasnya.

Demikian juga dengan siswa yang mendapat fasilitas karena rumahnya dekat dengan sekolah, akan dilakukan pengecekan kembali. Bila siswa tersebut tergolong miskin, maka akan diberikan bantuan biaya pendidikan. Sedangkan jika termasuk keluarga mampu, akan tetap dikenakan SPP pada umumnya.

“Kalau kategori warga miskin, ya kita beri bantuan. Tapi kalau dekat sekolah dan kaya, biarkan saja. Kalau mitra warga kaya juga tidak perlu,” tandasnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar