Radar Surabaya

Pedagang Resah Beroperasinya Transmart

SURABAYA - Harga cabai diperkirakan masih akan terus meninggi dalam beberapa bulan ke depan. Panen raya yang dicanangkan bisa menambah pasokan, belum bisa membantu cukup signifikan dalam hal menekan harga. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meminta para ahli untuk dapat menemukan formula penganggu tanaman cabai.
Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan bahwa dalam waktu dekat belum ada yang bisa dilakukan untuk menurunkan harga cabai. Selama cuaca hujan masih terus turun. "Selama masih hujan seperti ini, cabai masih akan kering. Di negara tropis seperti ini, memang organisme pengganggu akan lebih banyak. Ya seperti hama wereng pada tanaman padi itu," ujar gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut, Sabtu (18/2).

Banyaknya organisme ini menjadi kelemahan negara beriklim tropis. Salah satunya yakni jamur yang menyerang cabai. Meskipun demikian, diakui oleh Pakde Karwo bahwa negara tropis lebih subur dari pada negara lain.. "Setiap kena hujan, jamurnya langsung menyerang. Nah, teknologi pertanian kita belum sampai ke situ (penanganan organisme pangganggu tanaman cabai),” urai Pakde Karwo.

Kendati demikian, lanjut dia, Pemprov Jatim terus mengupayakan untuk mencari formula atau obat mengenai itu. Bahkan, orang nomor satu di Jatim ini juga sudah berkordinasi dengan balai penelitian pertanian. Salah satunya, menelpon ahli pertanian dan peneliti dari Institut Pertanian Bogor, Hermanto Siregar. Namun, hingga sekarang memang masih belum ada solusi mengenai hal itu. "Saya harap profesor bisa menemukan solusi akan hal tersebut," ungkapnya.

Dia menambahkan, harapannya terhadap profesor bidang pertanian agar segera melakukan penelitian soal jamur pengganggu tanaman cabai. Dengan begitu akan semakin cepat solusi dalam menemukan permasalahan yang ada jika kena hujan seperti ini. “Kami hanya bisa menghimbau ke masyarakat untuk menggunakan cabai kering atau instan, itu saja mungkin solusinya,” tuturnya. 

Saat ditanya mengenai panen cabai Maret mendatang, Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim) itu menyatakan belum menjadi jaminan akan menurunnya harga cabai. "Selama jamurnya belum ada solusinya, ya masih akan kering cabai. Dan ketika hujan, masih tetap akan ada jamurnya," ujar dia. 
Dari data yang diperoleh pada sistem Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Disperindag Jatim harga cabai di pasaran mencapai Rp 125 ribu per kilogram. Harga tersebut lebih mahal jika dibanding daging sapi yang berada dikisaran Rp 80 ribu per kilogram. (bae/hen)

 


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar