Radar Surabaya

Aksi Heroik Ujang yang Tewas Usai Selamatkan Korban

SOSOK Ujang Fadlilah, 48, warga Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, Gresik dikenal tak banyak tingkah. Lelaki yang bekerja sebagai penarik perahu tambang untuk penyeberangan, bak pahlawan dalam musibah perahu terbalik, kemarin (13/4). Meski saat itu sedang libur, dia langsung sigap menyelamatkan korban Sucinina. Namun, nahas saat menyelamatkan korban Mis’ah, Ujang malah ikut terbawa arus hingga tenggelam dan keduanya tewas.

Kabar meninggalnya Ujang menyebar sampai ke rumahnya. Nunuk Widyatiningsih, 45, sang istri langsung menangis histeris. Dia tak berhenti meneteskan air mata sampai jasad suaminya dikebumikan. Keduanya sudah berumah tangga hampir 30 tahun dan dikaruniai 3 putri. “Satunya kelas III SMPN Wringinanom, dua lainnya sudah lama meninggal,” tutur keponakan Ujang, Heri Setiawan.

Ujang menyusul kedua putrinya yang sudah beberapa tahun lalu meninggal. Satu putrinya wafat saat masih bayi dan satunya lagi, Suci Nur Fadlilah, 20, tewas dalam kecelakaan. Suci yang bekerja di salah satu pabrik menjadi korban tabrakan. “Sudah agak lupa kejadiannya. Tapi, meninggal karena kecelakaan lalu lintas,” imbuhnya.

Kini, anak terakhir Ujang, Anjanita Nur Syariah, 15, yang akan menemani ibunya. Anjanita yang bercita-cita menjadi dokter itu pun tak keluar kamar sama sekali. Dia terus larut dalam kesedihan dan memilih menyendiri di rumah sepupunya. “Ada di kamar terus dari tadi. Belum bisa ditemui, apalagi kalau diwawancarai,” tandasnya.

Heri juga menceritakan, saat itu korban sedang asyik memberi makan burungnya. Tiba-tiba korban mendengar suara teriakan dari seberang jalan yang berjarak 20 meter, lokasi perahu tambang terbalik. Korban pun sadar perahu tempatnya mencari nafkah bermasalah. “Paman langsung lari menuju kali. Melihat banyak orang tercebur, dia ikut mencebur. Dia menyelamatkan satu orang (Suci Nina, Red),” tukasnya.

Setelah berhasil menyelamatkan satu orang, Ujang berusaha menyelamatkan korban lain, Mis’ah. Namun, Ujang ikut tenggelam dan meninggal bersama korban yang ditolongnya. “Paman memang bekerja di perahu itu. Tapi, saat pagi tadi memang bukan sift dia. Rata-rata, paman bagian sore sampai malam hari,” ujarnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar