Radar Surabaya

Pembunuh Djohan Tak Tahu Korban Tenggelam

SURABAYA - Dugaan adanya unsur kekerasan yang mengakibatkan kematian M.Djohan Arifin akhirnya terbukti. Ini setelah Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membekuk dua dari empat pelaku pengeroyokan warga Jalan Sidosermo Gang Langgar itu. Keduanya adalah Farid Maulana,26, warga Jalan Kemayoran Baru Gang III nomor 4A dan Romadhon alias Untung,53, warga Dusun Sugihwaras, Dapet, Balungpanggang Gresik. 

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Shinto Silitonga menjelaskan identitas pelaku diketahui berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi yang bekerja di kafe tempat kejadian perkara.

Sebab Farid dan teman-temannya sudah sering datang ke kafe SO di Jalan Kayoon Surabaya tersebut. Meski demikian, setelah kejadian penggeroyokan pada malam tahun baru itu, mereka bersembunyi ke sejumlah tempat. "Farid sempat kabur ke Probolinggo hingga akhirnya berhasil kami amankan di rumah pamannya di kawasan Bratang. Sedangkan tersangka Romadhon berhasil ditangkap di Madura," ungkap AKBP Shinto, Jumat (6/1). 

Shinto menjelaskan selain kedua tersangka, pihaknya juga masih memburu sejumlah pelaku yang terlibat aksi pengeroyokan. Diantaranya, Sunar,40, dan Faikur Rochman alias Pak EK,30, keduanya warga Jalan Kemayoran Baru Gg. 3 Surabaya yang tidak lain adalah tetangga tersangka Farid. 

"Kami sudah gerebek rumahnya, namun hanya ada anak dan istrinya. Mereka juga tidak tahu kemana perginya dua pelaku yang masih DPO ini," lanjut Shinto. 

Dia menjelaskan kasus pengeroyokan yang berujung kematian Djohan ini bermula saat para tersangka dan korban sama-sama minum-minuman keras di Cafe SO Jalan Kayon dengan meja yang berbeda. Kemudian setelah setengah mabuk, korban dan tersangka berjoget di depan panggung bersama penyanyi.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar