Radar Surabaya

Berkelahi di Café, Tewas Tenggelam di Kalimas

SURABAYA - Jerit tangis Lika Dwililawati, 33, pecah saat menyaksikan jenazah suaminya, Moch Djohan Arifin, 38, terbujur kaku di kamar mayat RSUD dr Soetomo, Senin (2/1). Warga Sidosermo Gang Langgar Nomor 38 Surabaya ini seakan tidak percaya jika suami tercintanya itu telah tewas dengan cara yang tak lazim.

Sebelumnya, jasad suaminya ditemukan oleh petugas kebersihan mengambang di sungai Kalimas, tepatnya di samping Taman Prestasi pada Senin (2/1) sekitar pukul 07.30. Polisi Polsek Genteng bersama petugas Satpol PP yang mengevakuasi jasad korban akhirnya menemukan identitas mayat sebagai Moch Djohan Arifin.

Setelah dipinggirkan ke tepi sungai dengan cara mengikat tubuhnya dengan seutas tali, polisi semula tidak menemukan kartu identitas korban. Hanya ditemukan selembar Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) di saku kanan celana korban.

STNK motor Mio nopol L 5083 CS itu atas nama Siti Maimunah, warga Panjang Jiwo Gang I Nomor 2, Kecamatan Tenggilis Mejoyo. Dari alamat itu, polisi menuju ke alamat tersebut. Namun, pengakuan dari Siti Maimunah menyebutkan tidak merasa memiliki motor jenis itu. Ia punya motor Vega namun sudah hilang pada 2013 lalu.

Tapi, Siti akhirnya ingat bahwa namanya pernah dipinjam keponakannya bernama Lika Dwililawati untuk kredit motor. Polisi pun ganti ke rumah Lika menanyakan STNK tersebut sehingga akhirnya identitas korban terkuak.

Bahkan untuk memastikan jika jasad pria mengambang di Kalimas itu adalah Djohan Arifin, Lika kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soetomo. Ternyata, mayat itu benar Djohan Arifin, suaminya. "Iya, Pak, itu benar suami saya. Rambutnya ikal dan ada tatonya," teriak Lika yang langsung menangis histeris.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar