Radar Surabaya

Dari Musibah, Lalu Bangkit dan Berprestasi Tanpa Batas

SURABAYA - Buku biografi Iwan Sunito yang ditulis oleh Teguh Sri Pambudi di-launching di Bali, Jumat malam (18/11). Buku berjudul "Without Broders" ini sebenarnya tidak boleh ditulis oleh Iwan Sunito. Namun karena perjuangannya yang sangat menginspirasi, sehingga penulis memaksa agar pak Iwan, panggilannya, mau untuk diabadikan perjalanan hidupnya dalam sebuah buku.

"Orang Indonesia butuh insiprasi dari pak Iwan, dari sini, saya tekad untuk memaksa beliau mau saya wawancarai," kata Teguh Sri Pambudi, penulis buku “Without Borders” yang juga pernah menulis buku “Man Of Honor; Kehidupan, Semangat dan Kearifan William Soeryadjaya,” Jum'at (18/11).

Dalam buku yang ditulis oleh Teguh ini, menjelaskan secara rinci perjalan hidup Iwan Sunito. Bahkan kelewat gamblang hingga titik terendah dari kehidupan Iwan Sunito berupa kebodohan saat bersekolah dan tingkah lakunya yang tak wajar juga ditulis olehnya.

"Pak Iwan ini sangat menarik. Ketika duduk di bangku sekolah dasar, beliau dikatakan orang bodoh oleh teman-temanya. Setelah itu bukan malah belajar, tapi malah berangkat ke Bali dan main kebut-kebutan sepeda hingga beliau terjatuh," ucap Teguh.

Hal tersebut, menurut Teguh, terhitung tidak lumrah bagi kebanyakan orang. Namun dari situlah, Iwan bangkit dan sadar hingga sempat bersyukur atas musibah yang diterimanya. Hingga akhirnya, dia bisa bangkit dan berprestasi tanpa batas.

Tujuan dari terbitnnya buku berjudul lengkap "Without Borders; Perjalanan Anak Hutan Kalimantan yang Menjadi Raja Properti di Australia” ini tak lain agar mampu menginspirasi anak-anak muda Indonesia, bahwasanya semua orang bisa berubah dari keadaan terpuruk sekalipun. Selain itu, juga menunjukkan bahwa Iwan sosok yang sangat cinta Indonesia.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar