Radar Surabaya

Alim Markus Ajak Anggota Apindo Beber Harta
BERITA TERKAIT

SURABAYA-Bos Maspion Group Alim Markus merespons program tax amnesty. Hal ini dibuktikan dia mendatangi Kantor Wilayah (kanwil) Direktur Jenderal Pajak (DJP) I Jatim melaporkan hartanya dengan menyerahkan surat pernyataan harta (SPH), Selasa (27/9). Alim Markus menyerahkan SPH kepada Kepala kanwil DJP I Jatim Estu Budiarto. “Ini sebagai partisipasi kami, penebusan ini juga demi masa depan kita semua,”ujar Alim Markus.

Dia mengatakan, bahwa kedatangannya ke kantor DJP I Jatim atas inisiatifnya sendiri dan tanpa desakan dari pihak manapun. Posisinya sebagai ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendorongnya untuk menjadi pelopor bagi anggota Apindo lainnya. “Saya ingin jadi panutan bisnis di Jatim, saya sudah imbau kepada anggota Apindo lainnya bahwa mereka juga harus terbuka,”tambahnya.

Alim Markus mengakui bahwa dari keuntungannya menjadi pengusaha selama ini ada yang disimpan di luar negeri. Di antaranya dia memiliki rumah di Singapura dan Hongkong. “Saya nggak ada apa-apanya, saya orangnya hemat, dapat ya saya belikan rumah. Sekarang saya bayar untuk itu, juga tidak apa-apa,” papar Alim Markus.

Kepala Kanwil DJP Jatim I Estu Budiarto mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Alim Markus. Namun dia tidak dapat menyebutkan apakah wajib pajak yang telah melaporkan hartanya merupakan pengusaha besar atau kecil. “Selama dua minggu ini perkembangan memang cukup signifikan, tapi saya tidak tahu mana yang anggota Apindo mana yang tidak, yang penting  adalah niatan baik mereka untuk berpartisipasi,”kata Estu.

Dia memaparkan, jika sampai kemarin total dana tebusan yang masuk ke Kanwil  DJP I Jatim adalah Rp 5,2 triliun. Sedangkan total dana repatriasi Rp 5,8 triliun. Dari dana tersebut, dana yang telah dideklarasikan sebesar Rp 92,7 triliun untuk yang di dalam negeri, dan Rp 40,9 triliun untuk yang di luar negeri.“Sedangkan total wajib pajak yang telah menandatangani surat pernyatan pengungkapan harta sebanyak 13.574 orang,”tambahnya.

Setiap harinya di sisa waktu periode pertama ini, Estu memaparkan di setiap kanwil dapat menerima deklarasi harta mulai dari Rp 500 miliar hingga puncaknya Rp 1,2 triliun. Menurutnya ini mengindikasikan bahwa masyarakat mulai mengikuti program tax amnesty. Hal ini juga terlihat setiap harinya, satu KPP (kantor pelayanan pajak)melayani sekitar 200 sampai 300 wajib pajak.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar