Radar Surabaya

Kembar Siam Kediri, Citra-Neyza Dipastikan Tak Dapat Dipisahkan
BERITA TERKAIT

SURABAYA – Tim Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu (PPKST) RSUD Dr Soetomo telah melakukan evaluasi terhadap kondisi dari kembar siam asal Kediri Citra Fazira Rahmadhany dan Neyza Fazira Rahmadhany (Citra-Neyza), dan kembar siam asal Jombang Abdul Rochman dan Abdul Rochim (Rochman-Rochim). Kedua pasang kembar siam tersebut memang sedang menjalani perawatan di RSUD Dr Soetomo, Rochman-Rochim melakukan kontrol bulanan, sedangkan Citra-Neyza menjalani perawatan setelah sempat mengalami biru dan kurang nutrisi.

Dijelaskan Ketua Tim PPKST RSUD Dr Soetomo, dr Agus Hariyanto SpA(K), kondisi mereka berempat sudah stabil dan bisa pulang, mereka cukup menjalani rawat jalan saja. Sementara itu berdasarkan pemeriksaan, evaluasi dan rapat lebih lanjut dari para tim dokter, diputuskan Citra-Neyza tidak dapat dipisahkan. Hal ini karena bilik yang menyatu, tidak ditemukan batas potongan, dan kondisi jantung yang terbalik (bagian atas dibawah, dan bagian bawah diatas) jika dilakukan operasi pemisahan risikonya sangat tinggi, mulai dari pendarahan, tidak berfungsinya konduksi jantung, hingga kematian.

“Oleh karena itu tim memutuskan untuk tidak melakukan operasi dan membiarkan mereka tumbuh berdua bersama-sama,” jelas Agus usai rapat evaluasi di ruang Sidang Anak RSUD Dr Soetomo, Kamis (30/6).

Penanganan dan perawatan yang harus dilakukan untuk Citra-Neyza hanya pemberian nutrisi yang cukup, zat besi, vitamin, susu tinggi kalori, serta memantau tumbuh kembang mereka. Dan nantinya akan dibuatkan sepatu khusus untuk Citra karena tinggi badannya lebih pendek daripada Neyza.

Sementara itu, untuk Rochman-Rochim kondisinya baik-baik saja. Hanya saja Rochman baru saja menjalani operasi pengambilan batu buli-buli. Ini sudah operasi pengambilan batu kesekian yang dijalani Rochman. Kondisi ini diakibatkan oleh sistem sekresi kencing yang tidak normal karena tidak memiliki organ dan kencingnya melalui kateter. Tim dokter sudah berencana membuatkan saluran kencing namun menunggu usianya tepat hingga usus buntunya cukup untuk dibuatkan saluran kencing.

“Keduanya hari ini (kemarin) bisa pulang dan cukup menjalani kontrol setiap tiga hingga enam bulan sekali. Akan tetapi tim akan terus memantau kondisi mereka, kami harapkan semuanya sehat dan tumbuh dengan baik,” imbuh Agus.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar