Radar Surabaya

Dana Cukai Rokok Rp 22 M untuk Perbaiki 2 RS di Surabaya

SURABAYA – Pemkot  Surabaya memutuskan untuk memberikan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang diterimanya sebesar Rp 22 miliar, ke dua rumah sakit daerah milik Kota Surabaya. Dua rumah sakit itu adalah Rumah Sakit Bakti Dharma Husada (BDH) dan Rumah Sakit Soewandhie. Dana tersebut akan digunakan untuk membelikan peralatan  kesehatan bagi penderita penyakit yang disebabkan oleh asap rokok.

Hal itu seperti diungkapkan Febria  Rachmanita, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Jumat (10/6). “Peralatan kesehatan yang akan dibeli di antaranya CT-Scan, peralatan dan pengobatan kanker, dan lainnya. Intinya, peralatan ini untuk mengobati masyarakat yang sakit diakibatan oleh asap rokok, seperti paru-paru dan jantung,” papar Feni, sapaan akrab Febria  Rachmanita,

Menurut dia, perokok pasif yang menjadi korban asap rokok lebih berbahaya  daripada perokok aktif. Karena itu, alokasi  dana ini sangat dibutuhkan untuk membeli peralatan dan pengobatan korban asap rokok.

“Nilai dana DBHCHT yang diserahkan sebenarnya relatif, karena biaya untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh rokok juga besar,” tegas dia.

Feni menambahkan, penyerahan dana DBHCHT ke dua sakit tersebut terkait dengan adanya Raperda yang mengatur tentang  Orang yang Merokok dan Orang yang tidak Merokok. Dalam raperda pembaruan atas Perda nomor 5 tahun 2008 ini, disebutkan adanya kawasan yang harus bebas tanpa rokok,

“Jika dalam perda sebelumnya mengatur tentang kawasan terbatas dan tanpa rokok, maka di raperda baru ini nantinya hanya mengatur tentang kawasan rokok.  Dalam perda baru ini, kawasan umum diperkenankan lagi membangun  ruang merokok di dalam gedung. Paling tidak ruang merokok di bangun lima meter dari gedung,” jelas dia.

Jika ada yang melanggar, kata feni, sanksi yang siap diberikan adalah dengan tindak pidana ringan atau tipiring. Jika masih saja tetap melanggar maka akan dikenai denda Rp 50 juta. Selain itu, pemkot juga telah menyiapkan Satgas pengawas perokok di tempat umum. Dalam satgas tersebut terdiri dari beberapa elemen yang melibatkan pemerintah kota, komunitas dan aliansi mas yarakat.(dia/hen)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar